Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur,
dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau
mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud )
adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan
denganAllah SWT.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi
engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum
turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud
merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan
serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk
Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk
melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu
Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada
waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu
adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu
Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat
malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW
sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya
seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada
Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap
malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia )
ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang
siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang
meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa
meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2
( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas )
raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat
Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua )
rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW
:“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid,
bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama
setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan
pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali
Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka
boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda
:
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu
membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada
wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang
bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak,
mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan
memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
Rabu, 27 Agustus 2014
Keutamaan Puasa sunah senin & kamis
Dahsyatnya Puasa Senin Kamis.
Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat
dunia akhirat ? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa
Senin-Kamis secara teratur.
Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai
puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha
merutinkan puasa tersebut ?
Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya
lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah ? Kalau pagi itu kebetulan
tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu ?
Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah ‘sunnah’ bukan ?
Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi
spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Karena itu,
dalam rubrik tadzkirah IMSIS kali ini, ada baiknya kita mengupas hikmah
puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.
Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.
Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?
Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis.
Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah
mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena
itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat
melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.
Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari
itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR
Muslim).
Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.
Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu
‘minggu’ menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi kentara sekali
bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan.
Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita
sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat
2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat,
waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih
hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin
dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.
Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita
melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi
spiritual maupun jasmani.
Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?
Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita
secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada
latihan efektif untuk ‘anger management’ atau latihan kesabaran, maka
itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah
zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk.
Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.
”Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran”.(HR. Ibnu Majah).
Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali,
maka bisa juga dikatakan bahwa ”Puasa adalah benteng yg membentengi
seseorang dari api neraka yg membara”.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.
Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan
amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung
malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah
karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa
juga cenderung ingin beribadah ekstra. Disamping itu, puasa bisa
melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih
berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita.
Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan
lebih bertakwa.
Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan
pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang
bertakwa (Al Baqarah 183).
Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang
dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang
menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.
Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa
dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh
kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan
berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa
menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana
makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat
negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang
notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya. Dengan puasa
Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi
kalori yang masuk dalam tubuh kita.
Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak
dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan
istirahatnya sistem
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.
Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak
menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem
pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan
tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan
tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput
mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan
berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita
menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.
Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena
Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya
dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan
jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa
hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau
ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin
Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas
penyakit di hari tua.
Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja
karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di
Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini
terjadi, bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja
dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai
pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada
penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir
kita.
Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa
menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti
jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa
minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik
bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya
seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal
tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka
itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka
meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah
maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah
dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di
atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena
Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang
gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).
Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah
seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu
cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita
tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat
keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang
jernih.
Keutamaan Bulan Sya'ban
Asal Penamaan Bulan Sya’ban
Ada juga yang mengatakan, mereka berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan. (Lisanul Arab, kata: شعب).
Al-Munawi mengatakan, “Bulan Rajab menurut masyarakat jahiliyah adalah
bulan mulia, sehingga mereka tidak melakukan peperangan. Ketika masuk
bulan Sya’ban, bereka berpencar ke berbagai peperangan.” (At-Tauqif
a’laa Muhimmatit Ta’arif, Hal. 431)
Hadis Shahih Seputar Sya’ban
1. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” يَصُومُ حَتَّى
نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ
صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا
مِنْهُ فِي شَعْبَانَ “
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari
sampai kami katakan: Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang
beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan
puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak
melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban. (HR.
Al Bukhari dan Muslim)
2. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
لَمْ
يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا
أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan
Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR.
Al Bukhari dan Muslim)
3. A’isyah mengatakan,
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ
“Saya pernah memiliki hutang puasa
Ramadhan. Dan saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan Sya’ban.”
(HR. Al Bukhari dan Muslim)
Yahya (perawi hadis); mengatakan, “Karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”
Yahya (perawi hadis); mengatakan, “Karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”
4. Dari Abdullah bin Abi Qois, beliau mendengar A’isyah radhiallahu ‘anha mengatakan,
كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ
شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ
رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا ثُمَّ صَامَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam sangat perhatian dengan bulan tidak sebagaimana bulan yang
lainnya. Kemudian beliau lanjutkan dengan puasa setelah terlihat hilal
Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan maka beliau genapkan Sya’ban 30
hari, kemudian puasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ad-Daruquthni dan sanadnya
dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).
5. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
“Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud, At Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al Albani)
6. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Saya belum pernah melihat Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut selain
di bulan Sya’ban dan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, At Turmudzi
dan dishahihkan Al Albani)
7. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
عَنِ
النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ
مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ
رَمَضَانَ
“Bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam
belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau
sambung dengan ramadhan.” (H.R. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)
8. Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya:
ذَلِكَ
شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ
شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ
أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Wahai Rasulullah, saya belum pernah
melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di
bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah
bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan
Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta
alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi
berpuasa’.” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dansanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al
Albani)
9. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا
تُقَدِّمُوا صَوْمَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ، وَلَا يَوْمَيْنِ، إِلَّا أَنْ
يَكُونَ صَوْمٌ يَصُومُهُ رَجُلٌ، فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الصَّوْمَ
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan
dengan berpuasa sehari atau dua hari. Kecuali orang yang sudah terbiasa
puasa sunnah, maka silahkan dia melaksanakannya.” (HR. Al Bukhari dan
Muslim)
10. Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam
pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang
musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, At Thabrani, dan
disahihkan Al Albani)
Hadis Dhaif Seputar Sya’ban
- Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: Puasa sunnah apakah yang paling utama setelah Ramadhan? Beliau bersabda, “Sya’ban, dalam rangka mengagungkan Ramadhan…” (HR. At Turmudzi dari jalur Shadaqah bin Musa. Perawi ini disebutkan oleh Ad Dzahabi dalam Ad Dhu’afa, beliau mengatakan: Para ulama mendhaifkannya. Hadis ini juga didhaifkan Al Albani dalam Al Irwa.)
- Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengtakan, “Suatu malam, saya kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya cari keluar, ternyata beliau di Baqi’….Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala turun pada malam pertengahan bulan Sya’ban ke langit dunia. Kemudian Dia mengampuni dosa yang lebih banyak dari pada jumlah bulu kambingnya suku Kalb.” (HR. Ahmad, At Turmudzi, dan didhaifkan Imam Al Bukhari dan Syaikh Al Albani)
- Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika masuk malam pertengahan bulan Sya’ban, maka shalat-lah di siang harinya. Karena Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam. Dia berfirman: Mana orang yang meminta ampunan, pasti Aku ampuni, siapa yang minta rezeki, pasti Aku beri rezeki, siapa…. sampai terbit fajar.” (HR. Ibn Majah. Di dalam sanadnya terdapat Ibn Abi Subrah. Ibn Hajar mengatakan: Para ulama menuduh beliau sebagai pemalsu hadis. Hadis ini juga didhaifkan Syaikh Al Albani)
- Hadis: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (Riwayat Abu Bakr An Naqasy. Al Hafidz Abul Fadhl Muhammad bin Nashir mengatakan: An Naqasy adalah pemalsu hadis, pendusta. Ibnul Jauzi, As Shaghani, dan As Suyuthi menyebut hadis ini dengan hadis maudhu’)
- Hadis: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil: “Hai Ali, siapa yang shalat seratus rakaat di malam pertengahan bulan Sya’ban, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surat Al Ikhlas sepuluh kali. Siapa saja yang melaksanakan shalat ini, pasti Allah akan penuhi kebutuhannya yang dia inginkan ketika malam itu…” (Hadis palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:127 – 128, As Suyuthi dalam Al-Lali’ Al Mashnu’ah, 2:57 – 59, dan ulama pakar hadis lainnya )
- Hadis: “Siapa yang melaksanakan shalat pada pertengahan bulan Sya’ban dua belas rakaat, di setiap rakaat dia membaca surat Al Ikhlas tiga kali, maka sebelum selesai shalat, dia akan melihat tempatnya di surga.” (Hadis palsu, disebutkan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:129 Ibnul Qoyim dalam Manarul Munif, Hal. 99, dan dinyatakan palsu oleh pakar hadis lainnya)
Hadis-hadis sahih di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, melebihi puasa di bulan lainnya.
Apa Hikmahnya?
Ulama berselisih pendapat tentang hikmah
dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, mengingat adanya
banyak riwayat tentang puasa ini.
Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ذَلِكَ
شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ
شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ
أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan
banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana
amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal
saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan
sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)
Kedua, memperbanyak ibadah di malam nishfu Sya’ban
Ulama berselisish pendapat tentang
status keutamaan malam nishfu Sya’ban. Setidaknya ada dua pendapat yang
saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:
Pendapat pertama, tidak
ada keuatamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Statusnya sama dengan
malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang
menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al Hafidz
Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah –dalam
kitabnya tentang bulan Sya’ban– mengatakan, “Para ulama ahli hadis dan
kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satupun hadis shahih yang
menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban’.” (Al Ba’its ‘ala Inkaril
Bida’, Hal. 33).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga
mengingkari adanya keutamaan bulan Sya’ban dan nishfu Sya’ban. Beliau
mengatakan, “Terdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam
nishfu Sya’ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang
menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Sya’ban, semuanya statusnya
palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).” (At Tahdzir
min Al Bida’, Hal. 11)
Pendapat kedua,
terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Pendapat ini
berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu,
dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah
melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua
makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibn
Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).
Setelah menyebutkan beberapa waktu yang
utama, Syaikhul Islam mengatakan, “…pendapat yang dipegangi mayoritas
ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya
keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad.
Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan
oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabi’in…” (Majmu’ Fatawa,
23:123)
Ibn Rajab mengatakan, “Terkait malam
nishfu Sya’ban, dulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin
Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya, mereka
memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu…”
(Lathaiful Ma’arif, Hal. 247).
Allahu a’lam.
KUMPULAN HADIST RASULULLAH PENYEJUK JIWA
Ø BERSUJUD HANYA KEPADANYA
© Sesungguhnya Allah menerima
pertobatan hambaNya selama nyawa belum sampai ketenggorokan.(HR.Ahmad)
© Paling dekat seorang hamba kepada
Rabbnya ialah ketika ia
bersujud.(HR.Muslim)
© Apabila Rasulullah SAW menemui suatu
kesulitan, maka beliau segera mengerjakan sholat.(HR.Abu Dawud)
© Dari Ummu Farah ra, ia berkata Rasulullah SAW ditanya,”amal apakah yang
paling utama?” Beliau menjawab,”Shalat pada awal waktunya”(HR.Abu Dawud)
© Rasulullah SAW bersabda,” jika kamu melihat
seseorang terbiasa pergi kemesjid, maka saksikanlah bahwa dia
beriman.”(HR.Ahmad dan At- Tirmidzi)
© Pahala manusia paling besar dalam hal
sholat adalah manusia yang tempat tinggalnya jauh dari masjid, namun tetap
mendatanginya.(HR.Muslim)
© Dari Umar Bin Khatab ra,” Aku
mendengar Rasulullah SAW, bersabda” Sesungguhnya Allah sangat kagum terhadap
shalat berjamaah.”(HR.Akhmad)
© Barang siapa yang meningglkan shalat
jumat tanpa satu alasan, maka Allah akan
mengunci hatinya.(HR.Bukhari)
© Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha
dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak
buih dilautan.(HR.Tirmidzi)
© Laksanakanlah kewajibanmu dan
mohonlah kepada Allah yang menjadi hakmu. .(HR.Muslim)
© Berdoalah kamu sekalian kepada Allah
dengan perasaan yakin akan dikabulkannya doamu (HR.Tirmidzi)
© Sesungguhnya dikalangan hamba-hamba
Allah ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka Allah akan
menerimanya.(HR.Bukhari-Muslim)
© Akan dikabulkan doa diantara kamu,
selama ia tidak terburu-buru berkata,” aku sudah berdoa, tetapi doaku belum
dikabulkan.”(HR.Musliim)
© Ambillah kesempatan berdoa ketika
hatimu dalam keadaan lemah lembut, karena itu adalah rahmat.(HR.AlDailami)
© Doa yang tidak akan ditolak adalah
doa pada saat adzan dan iqomah.(HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)
© Doa adalah senjata kaum
muslimin,tiang/pilar agama dan cahaya langit dan bumi(H.Abu Ya’la)
© Barang siapa yang mendoakan kebaikan
kepada orang yang telah mendzoliminya maka dia telah memperoleh
kemenangan.(HR.Tirmidzi dan Asy-syihab)
© Barang siapa yang doanya ingin
terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya, hendaklah dia mengatasi
(menyelesaikan) kesulitan orang lain.(HR.Ahmad)
© Takutlah kepada doa-doa orang yang
teraniaya, sebab tidak ada hijab diantaranya dengan Allah (untuk
mengabulkan).(Shahih Muslim)
© Rasulullah bersabda:”Seorang pemurah
hati dekat kepada Allah, dekat kepada Manusia, dekat kepada Surga.”(Shahih
Muslim)
© Kunci surga adalah shalat, sedangkan
kunci shalat adalah bersuci.(HR.Ahmad)
© Berpuasa dan membaca alqur’an akan
memberikan syafaat/pertolongan kepada seorang hamba pada hari kiamat
kelak.(HR.Ahmad)
© Apabila seseorang ingin berdialog
dengan Rabbnya, maka hendaklah ia membaca Alqur’an.(HR.Ad-dailami dan Al- Baihaqi)
© Barang siapa membaca Alqur’an 1
huruf, maka baginya 1 pahala. Dan 1 pahala sama dengan 10 kali
lipat.(HR.Tirmidzi)
© Ummatku akan tampil pada hari kiamat
dengan wajah bersinar, tangan dan kakinya berkilauan dari bekas
wudhu.(HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
© Tidak ada yang bertambah bagi seorang
hamba kecuali ketinggian/ derajad. Karena itu tawadhulah, niscaya Allah akan
meninggikan derajadmu.(Al-Hadist)
© Ya...Allah bantulah aku untuk
mengingat Engkau dan banyak bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan
baik.(HR.Annasa’i)
© Sepagi sepetang dijalan Allah adalah
lebih baik dari dunia dan seisinya.(HR.Bukhari-Muslim)
© Barang siapa yang beribadah kepadaKu,
dengan sepenuh hati, aku perintahkan dunia untuk melayaninya.(Hadist Kudsi)
© Barang siapa yang menegakkan sunnahku
dizaman rusaknya ummatku baginya pahala 100 orang mati syahid.”Al-Hadist)
© Nabi SAW, perna bersabda,”Iman
meliputi lebih dari 60 cabang atau bagian. Dan Al haya’(rasa malu) adalah 1
cabang dari iman.” (HR.Bukhari)
© Sesungguhnya pengobatan dengan
mantera-mantera, kalung, gelang penangkal sihir, dan guna-guna adalah
syirik.(HR. Ibnu Majah)
Ø INDAHNYA SILATURRAHIM
©
Ada dua kaki yang sangat disukai Allah, yaitu
kaki yang dilangkahkan untuk menunaikan shalat fardhu dan kaki yang
dilangkahkan untuk silaturrahim.(Al-Hadist)
©
Barang siapa yang dilapangkan rezekinya dan
dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menghubungkan tali kekerabatan.(HR.Bukhari)
©
Tak beriman kepadaku orang yang hidup sangat
kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan disampingnya dan ia tahu. (HR.
Ath-Thabrani)
©
Barang siapa memberi dan menolak karena Allah, dan menikah karena Allah, maka
sempurnalah imannya.(HR. ABU DAWUD)
©
Jauhilah hasud/ Dengki, krn hasud itu kan
memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. (HR. Abu Dawud)
©
Allah SWT tidak akan memandang / memperhatikan
seorang wanita yang tidak bersyukur terhadap suaminya. HR. Al-Hakim)
©
Barang siapa mengutamakan kecintaan kepada Allah
atas kecintaan manusia, maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan
manusia.(HR. Ad-Dailami)
©
Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya
Allah akan menutup aibnya didunia dan kelak diakherat. ( Al-Hadist)
©
Siapa yang memudhkan seseorang dalam kesulitan,
niscaya Allah akan memudahkannya didunia dan akherat.(Al-Hadist)
©
Mencaci maki seorang mukmin adalah suatu kejahatan,dan
memeranginya adlah suatu kekufuran.(HR. Muslim)
©
Muslim sejati adalah yang tidak pernah
menggunkan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.(HR. Bukhari dan
Muslim)
©
Hasut itu memakan kebaikan seperti api memakan
kayu.(Al-Hadist)
©
Tidaklah halal bagi seseorang islam untuk
menjauhi saudaranya selama tiga hari.(Al-Hadist)
©
Siapapun wanita yang meninggal dan suaminya
ridho kepadanya, maka ia akan masuk surga.(HR.Ibnu Majah-Ath Tirmidzi)
©
Sambunglah tali silaturrahim kalian,
sesungguhnya tiada sebuah pahala pun yang akan disegerakan ( pemberiannya)
dibanding dengan pahala menyambung tali silaturrahiim(Shahih at-Targhib)
©
Seorang mukmin dengan mukmin yang lain laksana
rumah batu, yang satu menguatkan yang lain.(Al-Hadist)
©
Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah.”(Hr. Muslim)
©
Rasullulah bersabda: “Siapapun yang bisa menjaga
lidah dan kemaluannya, aku jamin ia akan masuk surga.”(HR. Sahl Ibn Sa’d)
©
Barang siapa yang mencegah terbukanya aib
saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pd hari kiamat
nanti(HR.Tirmidzi)
©
Jika Allah hendak menghancurkn suatu
kaum(negeri), maka terlebih dahulu dilepaskannya rasa malu dari kaum
itu.(HR.Bukhari-Muslim)
©
Sayangilah yang diatas muka bumi, niscaya yang
diatas langitpun akan menyayangi kita. (HR.Tirmidzi)
©
Orang-orang yang penyayang niscaya akan
disayangi pula oleh Ar-Rahman(Allah). HR.Tirmidzi)
©
Talak/ perceraian adalah suatu yang halal yang
paling dibenci Allah(HR.Abu dawud dan Akhmad)
©
Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia
menghina saudara sesama muslim. (HR.Muslim)
©
Alangkah baiknya orang yang sibuk meneliti aib
sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain. (HR.Muslim)
©
Barang siapa memaafkan saat ia mampu membalas, maka
Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan. (HR.Ath-Thabrani)
©
Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh
kebajikan meski kelihatnnya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut
temanmu dengan menampakkan wajah yang berseri –seri. (Nabi Muhammad.SAW)
©
Cintailah dan sayangilah para fakir miskin, maka
Allah akan menyayangimu.(Rasulullah SAW)
Ø BERSYUKUR, SABAR DAN BERUSAHA
©
Rasulullah Mengagumi seorang mukmin yang bila ia
memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Bila ia ditimpa musibah, ia
memuji Allah dan ia bersabar. ( HR.Ahmad)
©
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari
fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan, dia bersabar. (HR.Ahmad)
©
Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan
Allah, dan perbanyaklah berdoa. (HR.Ath-Thabrani)
©
Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh
dalam syukur.(HR.Al-Baikaqi)
©
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan pada
seorang hamba yang lebih luas baginya dari pada sabar. (HR.Al-Hakim)
©
“Ya Nabi, berilah aku wasiat” Rasullalah
bersabda,”Jangan marah!” ditanya berulang kali dan tetap dijawab, “Jangan
marah!” HR.Bukhari)
©
Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang
hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu
rakus. (HR. Ibnu Hibban)
©
Allah sangat enyukai orang-orang mukmin yang
mempuyai pekerjaan.(Al-Hadist)
©
Sebaik-baik pekerjaan ialah usaha seseorang
dengn tangannya sendiri.(Al-Hadist)
©
Memperoleh sesuatu dengan tangan sendiri adalah
lebih baik dan lebih disukai dari pada meminta-minta.(Al-Hadist)
©
Hendaklah selalu berbuat baik dan jauhkanlah
selalu dari perbuatan maksiat.(Al-Hadist)
©
Ya Allah Berkahilah Umatku( Muhmmad) yang pada waktu
pagi hari mereka bangun (Bangun fajar).(HR.Ahmad)
©
Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba
sebagaimana ajal mencarinya.(HR.Ath-Thabrani)
©
Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah
menunaikan yang fardu.(HR.Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
©
Seungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya
bersusah payah/lelah dalam mencari rezeki yang halal.(HR.Ad-Dailami)
©
Berbaik sangka kepada Allah adalah termasuk
ibadah yang baik.(HR. Abu Dawud)
©
Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi
kaya itu adalah kaya hati.(HR.Muslim)
©
Turunkanlah rezekimu(dari Allah)dengan
mengeluarkan sedekah.(HR.Baihaqi)
©
Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan
yang dibawah. (Al-Hadist)
©
Allah berfirman( didalam hadist Qudsi).” Hai
Anak adam, infaklah (Nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah
kepadamu.” (HR.Muslim)
©
Sesungguhnya sedekah itu dapat menghilangkan
murka Allah
dan dpat
mencegah dari kematian yang buruk. (HR.At-Tirmidzi)
©
Rasulullah bersabda : “Pintu-pintu sedekah itu
adalah bertakbir, bertasbih, bertahmid, beristighfar, memerintahkan kepada
kebaikan, dan mencegah dari pada yang munkar, menyingkirkan duri, tulang dan
batu dijalan yang dilalui orang, menuntun orang buta, membantu orang tuli untuk
mendengar sesuatu perkataan. Semua itu dalah pinu sedekah bagimu terhadap
dirimu. “(HR. Ahmad)
©
Barang siapa menanam suatu tanaman, kemudan ada
burung atau siapapun mencari rezeki, dan makan dari tanaman itu, maka bagi
penanam tersebut adalah sebagai sedekah. (HR.Imam Ahmad dr Ibnu Khuzaimah)
©
Orang dermawan dekat kepada Allah, dekat kepada
rahmatNya, serta selamat dari siksaNya, sedangkan orang yang kikir, jauh dari
Allah, jauh dr rahmatNya, dan dekat sekali kepada siksanya.(Rasullulah SAW)
©
Rasulullah SAW memerintahkan agar dzakat itrah
diberikan sebelum manusia berangkat shalat ied.(HR.MUSLIM)
©
Niat Seorang mukmin lebh baik dari amalnya.(HR.Al-Baihaqi
dan Ar-Rabii’)
©
Tiada seorang muslim trtusuk duri atau lebih
dari itu,kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya
dosa(HR.Bukhari)
©
Yang menyebabkan agama cacat adalah hawa
nafsu(HR.Asy-Syihaab)
©
Permudahlah, jangan mempersulit, dan jadikan
suasana yang tenteram. Jangan menakut nakuti.(HR.Muslim)
©
“Amal apakah yang disukai Allah?” Rasulullah
berkata, “yang dikerjakan secara tetap (Istiqomah) walaupun
sedikit.”(HR.Bukhari)
©
Barang siapa dikehendaki Allah kebaikan baginya,
maka dia diuji (dicoba dengan satu musibah), Barang siapa yang memelihara
kesopanan dirinya, Allah akan memeliara kesopanannya. Siapa yang merasa cukup,
maka Allah akan mencukupinya, dan siapa yang melatih kesabaran, maka Allah akn menyabarkannya. Dan tiada
seorangpun mendapat karuni pemberian) Allah yang lebih baik dari kesabaran. (HR.Bukhari)
©
Tiada sesuatupun yang lebih berat dalam
timbangan (pda hari kiamat) dari ahlak yang baik.(HR.Dawud)
©
Sesungguhnya orang yang termasuk orang yang
baik-baik ialah orang yang paling baik ahlak dan adab sopannya. (Al-Hadist)
©
Barang siapa diantara kalian yg melihat kemunkaran
hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak bisa melakukan dengan
tangannya, hendaklah ia mengubah dengan
lisannya.Jika tidak bisa melakukan dengan lisannya, hendaklah ia melakukan
dengan hatinya. Itulah iman yang paling lemah.”(HR.Bukhrari)
©
Dari Aisyah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “
memegang janji dengan baik adalah bagian dari iman,”(HR.Bukhari)
©
Rasulullah SA bersabda,” Orang yang pandai
membaca alquran akan bersama para rasul yang mulia dan dan para waliullah,
adpun orang yang membaca alqur’an dengan tersendat-sendat karena sulit baginya
membaca alqur’an,maka ia mendapat dua pahala.”(Aisyah ra)
©
Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu,
sesungguhnya setan mengikat ( melalui) kuku yang panjang.(HR.Ahmad)
©
Hiduplah
didunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.(HR.Bukhari)
©
Hidup didunia hanya sebagai tempat tinggal
sementara untuk melanjutkan perjalanan nan jauh menuju keabadian.(Rasulullah)
©
Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu
bisa membersihkan dosa dan menyebabkan zuhud atau tidak cinta kepada dunia.
Hari ini (didunia) adlah hari beramal dan bukanlah
hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (diakherat) adalah hari perhitungan
(hisab) dan bukanlah hari beramal.(HR.Bukhari)
Ø
MEMELIHARA AKAL DENGAN ILMU
©
Ya..Allah, tambahkanlah ilmu bagiku dan jangan
Engkau memalingkan hatik.(HR.Abu Dawud)
©
Tak ada melarat yang lebih parah dari kebodohan
dan tak ada harta yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal.(HR.Ibnu Majah)
©
Ya...Allah aku berlindung kepadaMu dari
kelemahan, rasa malas, sifat pengeut, menyia-nyiakan usia, dan sifat
kikir.(HR.Musim)
©
Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan
dunia. Namun kaya (Ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup,”(HR.Bukhari
dan Muslim)
©
Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk
mendapatkan ilmu, maka Allah pasti memudahkan baginya jalan menuju
surga.(HR.Muslim)
Ø
PENGENDALIAN DIRI PANGKAL KEBAHAGIAAN
©
Bahagia sekali orang-orang yang menahan
lidahnya, dari pada berkata-kata secara berlebih-lebihan.(Al-Hadist)
©
Berbahagialah orang-orang yang dapat
mengendalikan dirinya sendiri sebelum menyalahkan orang lain.(Al-Hadist)
Ø
MEMULIAKAN WAKTU
©
Satu hari bagi orang berilmu lebih baik daripada
setahun bagi orang dungu.(Al-Hadist)
©
Hai...Anak Adam luangkanlah waktu untuk
beribadah kepadaKu, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan.(HR.Tirmidzi)
©
Apabila engkau berada pada sore hari, janganlah
menunggu waktu pagi. Apabila engkau berada diwaktu pagi, janganlah menunggu
waktu sore. Ambillah masa sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum datang
kematianmu.(HR.Bukhari)
©
Ambillah 5 perkara sebelum 5 perkara :
1.
Waktu mudamu sebelum waktu tuamu
2.
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu
3.
Masa kayamu sebelum datang msa kefakiranmu
4.
Masa luangmu sebelum masa sibukmu
5.
Hidupmu sebelum datang kematianmu.(HR.Al-Hakim)
Ø
MENDIDIK ANAK SHOLEH
©
Setiap anak yang lahir terpelihara dengan
aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ke-7 (dari kelahirannya, dicukur,
dan diberi nama.(HR.Abu Dawud)
©
Peliharalah anak-anakmu dan perbaikilah budi
pekertinya, sesungguhnya anak-anak itu adalah hadiah Allah kepadamu.(Al-Hadist)
©
Apabila seorang anak Adam telah mati,
terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; sedekah jariah, ilmu yang
bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakannya.(Al-Hadist)
Rujukan dari buku : 1001 Ayat Motivasi penuntun Hidup Dunia
dan Akhirat (By. Firmansyah Adilah)
Langganan:
Postingan (Atom)